Senin, 28 September 2015

Konsep Pengolahan Video

Digital video adalah jenis sistem video recording yang bekerja menggunakan sistem digital dibandingkan dengan analog dalam hal representasi videonya. Biasanya digital video direkam dalam tape, kemudian didistribusikan melalui optical disc, misalnya VCD dan DVD. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan video digital adalah camcorder, yang digunakan untuk merekam gambar-gambar video dan audio, sehingga sebuah camcorder akan terdiri dari camera dan recorder.
Sebuah video terdiri dari beberapa element yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Frame Rate
Ketika serangkaian gambar mati yang bersambung dimainkan dengan cepat dan dilihat oleh mata manusia, maka gambar-gambar tersebut akan terlihat seperti sebuah pergerakan yang halus. Jumlah gambar yang terlihat setiap detik disebut dengan frame rate. Diperlukan frame rate minimal sebesar 10 fps (frame per second) untuk menghasilkan pergerakan gambar yang halus. Film-film yang dilihat di gedung bioskop adalah film yang diproyeksikan dengan frame rate sebesar 24 fps, sedangkan video yang dilihat pada televisi memiliki frame rate sebesar 30 fps (tepatnya 29.97 fps). Frame rate digunakan sebagai format standar NTSC, PAL dan SECAM yang berlaku pada negara-negara didunia.
2. Aspect Ratio
Pixel aspect ratio menjelaskan tentang ratio atau perbandingan antara lebar dengan tinggi dari sebuah Pixel dalam sebuah gambar. Frame aspect ratio menggambarkan perbandingan lebar dengan tinggi pada dimensi frame dari sebuah gambar. Sebagai contoh, D1 NTSC memiliki pixel aspect ratio 0.9 (0.9 lebar dari 1 unit tinggi) dan memiliki pula pixel aspect ratio 4:3 (4 unit lebar dari 3 unit tinggi). Beberapa format video menggunakan frame aspect ratio yang sama tetapi memakai pixel aspect ratio yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa format NTSC digital menghasilkan sebuah 4:3 frame aspect ratio dengan square pixel (1.0 pixel aspect ratio) dan dengan resolusi 640 x 480. sedangkan D1 NTSC menghasilkan frame aspect ratio yang sama yaitu 4:3 tetapi menggunakan rectangular pixel (0.9 pixel aspect ratio) dengan resolusi 720 x 486. Pixel yang dihasilkan oleh format D1 akan selalu bersifat rectangular atau bidang persegi, akan berorientasi vertikal dalam format NTSC dan akan berorientasi horisontal dalam format PAL. Jika menampilkan rectangular pixel dalam sebuah monitor square pixel tanpa alterasi maka gambar yang bergerak akan berubah bentuk atau mengalami distorsi. Contohnya lingkaran akan berubah menjadi oval. Tetapi bagaimanapun juga apabila ditampilkan pada monitor broadcast, gambar gerak akan ditampilkan secara benar.
3. Resolusi Spasial dan Frame Size
Lebar dan tinggi frame video disebut dengan frame size, yang menggunakan satuan piksel, misalnya video dengan ukuran frame 640×480 piksel. Dalam dunia video digital, frame size disebut juga dengan resolusi. Semakin tinggi resolusi gambar maka semakin besar pula informasi yang dimuat, berarti akan semakin besar pula kebutuhan memory untuk membaca informasi tersebut. Misalnya untuk format PAL D1/DV berukuran 720×576 piksel, format NTSC DV 720×480 piksel dan format PAL VCD/VHS (MPEG-1) berukuran 352×288 piksel sedangkan format NTSC VCD berukuran 320×240 piksel.
4. Level Bit
Dalam dunia komputer, satuan bit merupakan unit terkecil dalam penyimpanan informasi. Level bit atau Bit depth menyatakan jumlah atau banyaknya bit yang disimpan untuk mendeskripsikan warna suatu piksel. Sebuah gambar yang memiliki 8 bit per piksel dapat menampilkan 256 warna, sedangkan gambar dengan 24 bit dapat menampilkan warna sebanyak 16 juta warna. Komputer (PC) menggunakan 24 bit RGB sedang sinyal video menggunakan standar 16 bit YUV sehingga memiliki jangkauan warna yang terbatas. Untuk itu perlu berhati-hati apabila membuat video untuk ditayangkan di TV, karena tampilan warna di layar monitor PC berbeda dengan tampilan di layar TV. Penentuan bit depth ini tergantung pada sudut pemisah antara gambar yang diterima oleh kedua mata. Sebagai contoh, pada layar datar, persepsi kedalaman suatu benda berdasarkan subyek benda yang tampak.
5. Laju Bit
Laju bit disebut juga dengan nama laju data. Laju bit menentukan jumlah data yang ditampilkan saat video dimainkan. Laju data ini dinyatakan dalam satuan bps (bit per second). Laju data berkaitan erat dengan pemakaian dan pemilihan codec (metode kompresi video). Beberapa codec menghendaki laju data tertentu, misalnya MPEG-2 yang digunakan dalam format DVD dapat menggunakan laju bit maksimum 9800 kbps atau 9,8 Mbps, sedangkan format VCD hanya mampu menggunakan laju bit 1,15 Mbps.
Sama halnya dengan file suara dan gambar, teknik kompresi dari video menghasilkan banyak format file video bermunculan. Berikut adalah formati file video yang lazim digunakan:
ASF (Advanced System Format)
  • Dibuat oleh Microsoft sebagai standar audio/video streaming format
  • Bagian dari Windows Media framework
  • Format ini tidak menspesifikasikan bagaimana video atau audio harus di encode, tetapi sebagai gantinya menspesifikasikan struktur video/audio stream. Berarti ASF dapat diencode dengan codec apapun.
  • Dapat memainkan audio/video dari streaming media server, HTTP server, maupun lokal.
  • Beberapa contoh format ASF lain adalah WMA dan WMV dari Microsoft.
  • Dapat berisi metadata seperti layaknya ID3 pada MP3
  • ASF memiliki MIME “type application/vnd.ms-asf” atau “video/x-ms-asf”.
  • Software : Windows Media Player
MOV (Quick Time)
  • Dibuat oleh Apple
  • Bersifat lintas platform.
  • Banyak digunakan untuk transmisi data di Internet.
  • Software: QuickTime
  • Memiliki beberapa track yang terdiri dari auido, video, images, dan text.
MPEG (Motion Picture Expert Group)
  • Merupakan file terkompresi lossy.
  • MPEG-1 untuk format VCD dengan audio berformat MP3.
  • MPEG-1 terdiri dari beberapa bagian:

  1.   Synchronization and multiplexing of video and audio.
  2.   Compression codec for non-interlaced video signals.
  3.   Compression codec for perceptual coding of audio signals.
  4.   MP1 or MPEG-1 Part 3 Layer 1 (MPEG-1 Audio Layer 1)
  5.   MP2 or MPEG-1 Part 3 Layer 2 (MPEG-1 Audio Layer 2)
  6.   MP3 or MPEG-1 Part 3 Layer 3 (MPEG-1 Audio Layer 3)
  7.   Procedures for testing conformance.
  8.   Reference software
  • MPEG-1 beresoluasi 352×240.
  • MPEG-1 hanya mensupport progressive scan video.
  • MPEG-2 digunakan untuk broadcast, siaran untuk direct-satelit dan cable tv.
  • MPEG-2 support interlaced format.
  • MPEG-2 digunakan dalam/pada HDTV dan DVD video disc.
  • MPEG-4 digunakan untuk streaming, CD distribution, videophone dan broadcast.
  • MPEG-4 mendukung digital rights management.
DivX
  • Salah satu video codec yang diciptakan oleh DivX Inc.
  • Terkenal dengan ukuran filenya yang kecil karena menggunakan
MPEG4 Part 2 compression.
  • Versi pertamanya yaitu versi 3.11 diberi nama “DivX ;-)”
  • DivX bersifat closed source sedangkan untuk versi open sourcenya adalah XviD yang mampu berjalan juga di Linux.
Windows Media Video (WMV)
  • Codec milik Microsoft yang berbasis pada MPEG4 part 2
  • Software: Windows Media Player, Mplayer, FFmpeg.
  • WMV merupakan gabungan dari AVI dan WMA yang terkompres, dapat berekstensi wmv, avi, atau asf.
Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik yang mewakilkan gambar bergerak. Video terdiri dari banyak gambar diam yang tersusun hingga jika gambar tersebut berganti-ganti dengan kecepatan tinggi dan dilihat oleh mata manusia akan tampak bergerak. Aplikasi penggunaan umum dari teknologi video adalah televisi (video lebih intensif digunakan di dunia penyiaran/broadcasting). Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, video dapat juga digunakan dalam aplikasi teknik, saintifik, film televisi, film layar lebar dan keamanan seperti kamera pengawas keamanan, atau pengawasan pengamatan sains dan sebagainya. Kata video berasal dari kata Latin, “Saya lihat”. Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape (kaset/pita video), dan juga perekam video dan pemutar video. Video adalah rangkaian gambar yang berupa sinyal gambar elektromagnetik.
Pembuatan video diilhami dari konsep Motion Pictures Film (atau film gambar bergerak) yang sudah ada terlebih dulu (tahun 1889). Film macam ini dinamakan sebagai film seluloid. Gambar tertempel di dalam pitanya. Sementara video juga memiliki konsep yang sama dimana gambar dilekatkan ke dalam pita penyimpanan video. Hanya saja, gambar yang disimpan oleh kamera video berbeda dengan gambar yang disimpan oleh pita film seluloid. Di dalam pita video, gambar ditrasfer ke dalam bentuk gelombang-gelombang transfersal yang sering disebut dengan “sinyal video”. Perlu diingat juga, video ini tumbuh didasari dengan kebutuhan untuk siaran televisi (Television Broadcasting) yang telah ditemukan pada tahun 1936.
Sinyal video direkam dan disimpan ke dalam bentuk yang tampak secara fisik. Dilihat dari cara penyimpanannya dapat dibagi menjadi 2 bentuk:
Pita Elektromagnetic.
Sistem penyimpanan video ini disimpan diatas pita magnetik atau biasa kita sebut kaset video (Videotape). Ketika kaset diputar, maka pita magnetik akan bergerak. Gelombang-gelombang video tersebut dibaca dan diterjemahkan ke dalam bentuk gambar analog (atau yang kita lihat secara visual) oleh alat yang bernama Video Head. Alat ini berada di dalam pemutar video atau Video Player. Format dari pita video ini banyak sekali seiring dengan perkembangan jaman yang akan nanti kita bahas satu-per satu di bab selanjutnya.
Media Penyimpanan Digital (Digital Storage)
Sistem penyimpanan video berupa media digital seperti Compact Disc (CD), Digital Versetail Disc (DVD), Blue-Ray Disc, Multimedia Card (MMC), Compact Flash (CF) Card, Hard Disk, dan sebagainya. Video yang disimpan di dalam media penyimpanan digital disimpan dalam bentuk data-data biner. Apa itu biner? Sistem pendataan yang hanya merujuk angka 0 (=tidak) dan angka 1 (=ya). Sistem biner ini akan mereproduksi warna sesuai dengan kebutuhan. Untuk dapat membaca video yang berada dalam media penyimpanan digital, kita membutuhkan alat yang sering kita sebut processor (prosesor) yang menterjemahkan data biner ke dalam bentuk gambar analog (atau yang kita lihat secara visual).
Kemudian perlu diingat bahwa jika setiap orang punya 1 player video, bayangkan jika seluruh manusia di bumi punya player video dengan cara kerja yang berbeda. Produsen-produsen videopun banyak sekali. Pasti akan kerepotan memutar video yang satu dengan video yang lain. Melihat itu, mulailah muncul kesepakatan-kesepakatan untuk menyamakan konsep standar video. Serikat Industri Film & Broadcasting (SMPTE, Society of Motion Picture and Television Engineers) di dunia pada tahun 1939 mulai membuat standar penyiaran, yang juga digunakan sebagai standar sistem video:
NTSC (National Television System(s) Comitee)
Adalah kesepakatan sistem video serta sistem penyiaran milik Amerika Serikat. Kemudian sistim ini digunakan oleh beberapa negara bekas jajahan sekutu (Amerika Serikat), seperti Jepang dan Korea Selatan.
PAL (Phase Alternation by Line)
Merupakan penemuan orang Jerman bernama Walter Bruch yang bekerja di Telefunken GmBH. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1967. Banyak digunakan oleh negara-negara Eropa, Asia dan Timur Tengah. Pada tahun 1962 TVRI muncul, standar inilah yang digunakan oleh Indonesia.
SECAM (Séquentiel Couleur Avec Mémoire)
Sistem ini tidak begitu populer. Digunakan di Brazil dan Perancis. Secara konsep mirip dengan sistem PAL. Karena memang SECAM adalah bawaan Hendry de France dari perusahaan RCA Technologies GmBH, Perancis yang membeli Telefunken.
Pada perkembangannya kemudian standar-standar diatas berkembang dengan sendirinya sesuai dengan perkembangan jaman pada wilayah (negara) masing-masing. PAL misalnya, berkembang menjadi 2 jenis : M/PAL, N/PAL dan PAL-PLUS. Untuk NTSC berkembang menjadi NTSC 3.58 dan NTSC 4.43. Sedangkan SECAM mengeluarkan format baru (untuk Uni Sovyet) yaitu MESECAM. Setiap jenis standar memiliki karakteristik yang berbeda sendiri-sendiri. Mulai dari banyaknya gambar di setiap detiknya, ukuran bingkai gambarnya, hingga penerapan jumlah warna berbeda antar standar.
Pada prakteknya, proyeksi cahaya pada pesawat televisi CRT (Catode Ray Tube) bekerja secara menggaris horizontal, cahaya tidak di ‘semprot’ seperti proyektor pada layar bioskop (sistem penyemprotan seperti ini dikenal dengan istilah Progressive). Jika diperlambat 1/10.000 detik, maka akan tampak bahwa televisi hanya memberi titik-titik yang muncul bergantian secara horizontal dari pojok kiri atas televisi hingga memenuhi seluruh layar. Banyaknya garis horizontal yang harus di jalani oleh titik sinar katoda pada televisi sistem PAL berjumlah 625 garis selama 1/50 detik, dan pada sistim NTSC berjumlah 525 garis selama selama 1/60 detik . Berikut daftar garis horizontal yang dibutuhkan televisi, sesuai dengan standart televisi yang diciptakan.

RESOLUSI GAMBAR VIDEO
Berkembangnya zaman menuntut sebuah tekhnologi yang semakin praktis dan kualitas yang semakin baik. Kualitas tercipta karena pemenuhan jumlah garis sesuai dengan kebutuhan televisi berbanding dengan ukuran gambar yang diciptakannya. Berikut tabel jumlah garis horizontal dengan ukuran gambar (resolusi, dalam satuan pixel ) untuk beberapa media rekam yang sudah tidak asing dan digunakan oleh media penyiaran maupun masyarakat, dari resolusi yang paling rendah hingga paling tinggi.
Berkembangnya tekhnologi video membuat ukuran gambar yang tercipta pada video berkembang. Begitu juga kualitasnya.
Keterangan : Tabel yang tulisannya dibold adalah ukuran gambar Square Pixel, dimana pixel sesuai dengan aspect ratio. Ukuran tersebut adalah ukuran asli gambar yang di televisi. Sementara yang lain adalah gambar yang ter-resize yang kemudian menyesuaikan ukurannya sesuai dengan aspect rationya.
Anamorphic : Adalah ketika gambar seperti pada layar televisi biasa ditarik kanan-kirinya sehingga menjadi layar lebar.
Diagram 1.1. Perbandingan ukuran gambar video – Dimulai sejak teknologi DV hingga HDV 1080i/p.
Singkatnya, resolusi video memiliki satuan ‘garis horizontal’ (horizontal scan) untuk analog video dan satuan ‘pixel’ untuk format digital video. Pada era digital (seperti sekarang), standar ukuran resolusi televisi adalah 720/704/640×480i60 untuk NTSC dan 768/720×576i50 untuk PAL untuk SECAM. Atau jika dibaca dengan resolusi analog, berarti video digital memiliki garis horizontal sebanyak 486 line untuk NTSC atau 576 line untuk PAL. Stasiun TV analog masih menggunakan sistim garis horizontal. Walaupun sistim perekaman mereka sudah menggunakan teknologi digital dengan garis horizontal yang berjumlah (PAL) 576 line, tetapi siaran yang masih analog menurunkan resolusi menjadi 400 line.
Jenis format video
Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik mewakilkan gambar bergerak. Aplikasi umum dari teknologi video adalah televisi, tetapi dia dapat juga digunakan dalam aplikasi teknik, keilmuwan, produksi dan keamanan. Istilah video juga sering digunakan sebagai singkatan dari video tape, perekaman video, maupun pemutar video.
Format video yang diciptakan pada telepon selular tidak sama dengan format video VCD maupun DVD. Hal ini dikarenakan keterbatasan memori telepon selular dan sistem operasi yang berbeda.
Secara garis besar, format video yang berkembang saat ini dapat dibedakan menjadi beberapa kategori yaitu:
  1. Video analog format encoding: NTSC, PAL, SECAM, RF, Composite Video, Component Video, S-Video, dan RGB. 2.
  2. Video analog format kaset: Ampex, VERA (BBC), U-matic, Betamax, Betacam, Betacam SP, VHS, S-VHS, VHS-C, Video 2000, 8mm tape, dan Hi8.
  3. Video digital format kaset: D1, D2, D3, D4, D5, Digital Betacam, Betacam IMX, D-VHS , DV, MiniDV, MicroMV, dan Digital8.
  4. Disk optik format penyimpanan: VCD, DVD, dan LaserDisk.
  5. Video digital terpilih format encoding: CCIR 601, MPEG-2, H.261. H.263. dan H.264
Seiring perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, utamanya masalah video beberapa perusahaan mengembangkan format file video yang dapat dijalankan melalui komputer (Personal Computer) maupun laptop (notebook).
File video memiliki format yang berbeda-beda, bergantung pada aplikasi yang digunakan untuk menjalankannya (Player). Beberapa contoh format file video yang dapat dijalankan melalui komputer maupun notebook, yaitu:
  • .avi = Audio Video Interleave
  • .3gp
  • .dat
  • .mpg = Moving Pictures Expert Group
  • .mov = Quick Time Movie
  • .mp4
  • .rm = Real Media Player
  • .wmv = Windows Media Video.
Oleh karena format file video bervariasi, tentunya berpengaruh pula pada aplikasi yang digunakan untuk menjalankan video tersebut. Sebuah aplikasi pemutar video tidak mampu menjalankan semua jenis format file video tersebut. Hal ini dikarenakan perusahaan yang mengembangkannya juga berbeda-beda.
Berikut ini beberapa contoh aplikasi yang memiliki kemampuan untuk memainkan video sesuai dengan format file video.
  1. Quick Time =  dikembangkan oleh Apple Inc, umumnya hanya dapat memutar video dengan format file .qt dan .mov.
  1. Media Player = adalah player multimedia yang dapat dijadikan sebagai plugin pada webbrowser untuk memainkan format file video AVI dan MPG. Dikembangkan oleh Microsoft Corp., http://www.windowsmedia.com/

  1. Real Player : adalah player multimedia yang dapat dijadikan sebagai plugin pada webbrowser untuk memainkan format file suara RealAudio dan format file video RealVideo. Dikembangkan oleh RealNetworks, http://www.real.com
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTSG--yrbruF-kXC31kU0dkFImObNdaTw4nbJNG-Jaqx-FOtP5XiaMKDC4
  1. Winamp = Aplikasi perangkat lunak ini mampu memutar berbagai macam format file video seperti: .dat, .mov, mpeg, mp4, .wmv, .avi, dan lain-lain.
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQNgwvw7PSGuOoBi-WoRbEs9V4o0alX0WwfGkGugHe3y3uWPFSlxL8bzw
  1. ImToo = Aplikasi ini umumnya hanya mampu memutar video yang memiliki format file .3gp. Sehingga sering dimanfaatkan untuk memutar video yang berasal dari hasil rekaman telepon selular.
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSa-noOlCZEOm14WFnUSqUeEDGHk8TFulh7rIUHS-wPmOdH46LKmsYBDJw

Prasyarat untuk ponsel

Teknologi telepon selular berkembang sangat cepat dan hanya dalam hitungan beberapa bulan saja sudah berubah. Tuntutan kebutuhan pengguna memang sangat menentukan berkembangnya teknologi yang satu ini.
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTmsOY07Qvv0p9hmEg_HqSGgug9OlCeBsRrsrrIPTTKx9vXzZ0TqHcQHe8Telepon selular yang awalnya hanya mampu mengirimkan pesan singkat dalam bentuk teks (SMS) dan hanya digunakan untuk berkomunikasi saja, kini sudah mampu digunakan untuk menerima e-mail, browsing ke internet, bahkan beberapa telepon selular sudah dilengkapi kamera digital maupun video recorder dengan kualitas gambar yang sangat bagus. Lengkapnya teknologi dalam telepon selular memungkinkan pengguna dapat merekam layaknya video recorder sehingga dapat diputar ulang di lain waktu.








http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT76oMKs7-4y2jooPmkaeyKH2EDUB0fjhTW2Xj2Nq-PLchTGC7_THt5alwMaraknya berbagai jenis dan tipe telepon selular yang berkembang saat ini membuat para produsen berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik bagi penggunanya. Baik dalam segi model, warna hingga aplikasi pendukung yang ditawarkan. Namun tidak semua telepon selular dapat digunakan untuk memainkan video maupun merekam adegan (video recorder). Hal ini dikarenakan telepon tersebut kemungkinan tidak dilengkapi fasilitas video recorder maupun video player. Sebagai gambaran, berikut ini beberapa kebutuhan yang mendaasar untuk telepon selular agar dapat berfungsi untuk memainkan musik (audio player), mengambil gambar (digital camera), merekam adegan (video recorder), dan memainkan video (video player).






Spesifikasi
Sebuah telepon selular (ponsel) dapat digunakan untuk memainkan video jika teknologi yang ada pada ponsel tersebut mendukung berbagai aplikasi yang berhubungan dengan video maupun gambar.
  • Network : GSM 900 / 1800 / 1900
  • Display : TFT, 256K colors
  • Battery : Standard battery, Li-Ion
  • Standby : Up to 400 h
  • Ringtone : Polyphonic (40 channels), MP3
  • Phonebook : 500 x 20 fields, Photo call
  • Memory : Memory Stick Duo Pro, 256 MB card included,
  • 34 MB shared memory
  • Messaging : SMS, EMS, MMS, Email, Instant Messaging
  • Camera : 2 MP, 1632×1224 pixels, video, flash
  • Games : Yes + downloadable

Fitur:
Selain spesifikasi khusus yang harus disediakan, hal lain yang tak kalah penting adalah fitur-fitur khusus agar ponsel dapat berfungis dengan baik diantarnya:
  • MP3/AAC player
  • Video player
  • Java MIDP 2.0
  • T9
  • FM radio with RDS
  • Image viewer
  • Picture editor
  • Organiser
  • Voice memo
  • SyncML
  • Built-in handsfree

Konektifitas
Untuk menghubungkan (koneksi) antara komputer dengan ponsel diperlukan sebuah media transmisi yang umumnya disertakan dalam satu paket diantaranya:
  • GPRS : Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 – 48 kbps
  • 3G
  • WLAN
  • Bluetooth
  • Infrared port
  • USB port

Kebutuhan yang diperlukan

Agar dapat melakukan transfer video dari komputer ke telepon selular diperlukan beberapa peralatan yang mendukung, di antaranya:
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSYcLmM_0NY7jPMNN1p0-c7Pzn7E6Q1Pt-l_7eKM41jJszUKOYaFt_hy9aV1. Komputer
Siapapun tidak merasa asing mendengar kata “komputer”, memang keberadaan benda yang satu ini sudah menjamur di mana-mana, mulai dari lingkungan kantor hingga dalam sebuah keluarga.
Komputer menjadi kebutuhan penting untuk menunjung berbagai aktifitas manusia. Baik untuk membuat proposal, animasi, video player, hingga bermain game membutuhkan benda ini. Begitu pula ketika ingin mentransfer video favorit ke dalam ponsel, tentunya memerlukan sebuah alat yang dapat melakukan transfer tersebut. Mulai dari mengkonversi format video hingga output yang akan dihasilkan khusus untuk ponsel. Komputer yang dimaksud ini dapat berupa komputer pribadi (PC/Personal Computer) maupun laptop (Notebook). Jadi, seperangkat komputer yang mendukung komunikasi data dengan ponsel.
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTdXW5cGoBSVvvKqYlwZ5rwDJJsqf7dMtd44uLmNhDlRXX4Q3dhGdD9Cxg2. Media Komunikasi
Bentuk media komunikasi antara komputer dengan ponsel dapat berupa: kabel data maupun bluetooth.
Jika ingin menggunakan kabel data, ponsel harus memilki port USB. Jika ingin menggunakan blueetooth maka komputer harus memiliki fitur blueetooth, baik yang terpasang dalam komputer secara langsung maupun menggunakan blueetooth tambahan (port USB).





3. Software
Aplikasi untuk mengkoversi berbagai macam format video ke dalam format video khusus untuk ponsel sangat bervariasi. Ada kalanya sebuah perusahaan menyertakan driver dan software terhadap produk ponselnya, hal ini berfungsi agar ponsel dapat berkomunikasi dengan komputer.
Sedangkan perangkat lunak untuk mengkonversi video, umumnya tidak disertakan oleh produsen ponsel. Meski begitu, beberapa perangkat lunak yang dibutuhkan dapat didownload di internet, baik yang berupa Freeware (perangkat lunak gratis), Shareware (perangkat lunak berbayar), maupun Trial (perangkat lunak percobaan).
Beberapa software yang populer untuk mengkonversi berbagai macam format video (.avi, mpg, .dat, dll) menjadi format video khusus untuk ponsel (.mp4, .mpg, dan .3gp) antara lain ImToo 3GP Video Converter dan Simple and Fast Video Converter. Dari sekian perangkat lunak yang berkembang, ImToo 3GP Video Converter lebih banyak digunakan karena sifatnya yang Freeware (bebas menggunakan, tanpa harus membayar).


Instalasi video converter dan konversi

Sebelum melakukan instalasi perangkat lunak yang diperlukan, pastikan telah tersedia software tersebut. Namun jika belum tersedia, perangkat lunak tersebut (ImToo 3GP Video Converter) bisa didapatkan melalui internet dengan cara mendownload di alamat http://www.imtoo.com/3gp-video-converter.html. Jika ingin menggunakan perangkat lunak lain, misal Simple and Fast Video Converter dapat didownload pada alamat http://www.tompegx.com.


Usahakan menyimpan file hasil download tersebut yang mudah ditemukan agar ketika ingin menginstalas dapat dilakukan. Selanjutnya, melakukan proses instalasi.
Proses Instalasi
Diasumsikan, perangkat lunak yang dibutuhkan sudah tersedia di komputer. Tahap berikutnya adalah menginstal perangkat lunak tersebut.  
1. Klik ganda file Setup.exe

2. Selanjutnya klik tombol I Agree.

3. Klik tombol Next.

4. Secara otomatis akan membuat folder sendiri, klik tombol Next

5. Secara otomatis membuat nama software sendiri, klik tombol Install.

6. Tunggu beberapa saat, proses instalasi sedang berlangsung. Jika telah selesai, klik tombol Finish.



Proses Konversi
  1. Untuk mulai mengkonversi file video, jalankan perangkat lunak ImToo 3GP Video Converter. Setelah aktif, klik tombol Add untuk menambahkan video yang akan dikonversi.

  1. Pilih salah satu video yang akan dikonversi

  1. Selanjutnya pilih output video khusus untuk ponsel, umumnya format file berekstensi.3gp atau .mp4. Jangan lupa mengatur folder output untuk hasil konversi agar lebih mudah ditemukan.

  1. Informasi tentang format file video terdapat di bagian bawah nama video. Tekan tombol Encode untuk mulai mengonversi.

  1. Tunggu beberapa saat, proses sedang berlangsung, jika telah selesai maka pada Status berisi informasi Complete, jika informasi di bawah Status adalah Fail berarti video gagal untuk dikonversi. Kemungkinan format video tersebut tidak dapat dikonversi atau filenya terlalu besar.

  1. Klik tombol Play untuk mencoba memainkan video tersebut.

  1. Langkah selanjutnya adalah mentransfer video tersebut ke dalam ponsel.

Proses transfer ke ponsel

etelah proses konversi video berhasil, langkah selanjutnya adalah menstransfer file video tersebut ke dalam ponsel. Media komunikasi data yang digunakan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui kabel data dan bluetooth. Sedangkan teknik mentransfer dapat dibedakan menjadi 2 cara yaitu melalui File Manager dan PC Suite
Melalui File Manager

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTn25LlhIcRtMS1Jjis6SG7QHODMEASq1via1zeZ2BawWE_rJPgKIGszckNTADiasumsikan driver untuk komunikasi data antara komputer dengan ponsel telah terinstal berjalan dengan baik. Komputer dan ponsel telah terhubung melalaui salah satu media komunikasi (kabel data atau bluetooth). Jika transfer file melalui File Manager, cukup memasukkan file tersebut ke kartu memori ponsel.
Dalam studi kasus ini, menggunakan ponsel Sony Ericcson W700 yang mendukung video recorder dan video player. File di tempatkan dalam kartu memori (memory card) pada folder video.




Melalui PC Suite
Teknik ini dapat dijalankan jika software dari produsen ponsel menyertakan softwarenya dan telah terinstal dalam komputer. Diasumsikan, driver PC Suite telah terinstal dengan baik.
  1. Pertama kali aktifkan program PC Suite (misal: Sony Ericcson PC Suite).

  1. Klik File Manager, lalu pilih file yang akan di transfer. Gunakan teknik Click and Drag, tempatkan pada folder Video.

Umumnya, file video akan secara otomatis dimasukkan ke dalam folder Video. Setelah file video masuk ke telepon selular, langkah selanjutnya adalah menjalankan video tersebut dengan cara memilih menu Play (bergantung pada jenis telepon yang digunakan).

Penutup

Video yang berasal dari berbagai format video seperti: mpeg, avi, dat, dan format video lainnya pada hakekatnya dapat ditransfer ke dalam telepon selular asalkan dikonversi terlebih dulu ke format video yang dapat dibaca melalui telelpon selular. Format video yang umumnya dapat dibaca melalui telepon selular adalah .3gp, dan mpeg (mpeg3 atau mpeg4).
Jenis telepon selular pun harus memenuhi persyaratan khusus diantaranya: mendukung transfer data (baik melalui: kabel, blueetooth, maupun wifi). Dan yang tak kalah pentingnya adalah ketersediaan fitur-fitur dalam telepon selular tersebut yaitu: adanya aplikasi video player.

Kamis, 03 September 2015

Soal Ujian Tadi

Soal Teori Photoshop


  1. Sebutkan 7 hal baru yang ada di Adobe Photoshop CS5
Panel mini bridge, pilihan brush baru, panel control, tablet pressure, mixer brush tool, perintah menu edit-puppet wrap, select-refine mask dan image-adjustment-HDR toning

  1. Jelakan langkah-langkah memulai adobe photoshop CS5
Start – all program – adobe photoshop cs5

  1. Apa yang dimaksud dengan panel Layers?
Sebuah tempat yang memuat layer layer dari suatu dokumen

  1. Apa yang dimaksud dengan panel Channel?
Panel untuk menyimpan informasi warna gambar yang sedang dikerjakan

  1. Apa yang dimaksud dengan panel History?
Panel yang menyimpan perintah-perintah kerja dari photoshop yg telah dilakukan

  1. Apa yang dimaksud dengan panel Navigator?
Panel berisi thumbnail gambar dari objek yang dikerjakan[1]

  1. Apa yang dimaksud dengan panel Swatches?
Tabel warna untuk mengolah warna dari image yang anda buka

  1. Apa yang dimaksud dengan panel Color?
Panel untuk mengatur warna berdasarkan kombinasi sendiri

  1. Apa yang dimaksud dengan panel Styles?
Panel yang menyediakan beberapa tampilan style secara default

  1. Apa yang dimaksud dengan panel Adjustment?
Panel berisi beberapa tombol perintah yang fungsinya sama dengan tombol di panel layer

  1. Apa yang dimaksud dengan panel Workspace?
Mengatur tampilan jendela kerja

  1. Bagaimana cara membuat lembar kerja baru di Adobe Photoshop?
File - new

  1. Jelaskan langkah membuka file atau Image!
Fle – open atau ctrl+o

  1. Jelaskan cara menampilkan area lain sebuah image!
Pilih handtool, drag pada area image untuk melihat area yg tidak tampak pada jendela, tekah dan tahan spacebar sambil didrag kearah image

  1. Jelaskan langkah menggeser area image dengan navigator panel!
Aktif pada panel navigator, geser view box dalam thumbnail image yang ada, yang menggambarkan sebuah batas pada jendela image

  1. Jelaskan langkah memperbesar/memperkecil tampilan Image!
Pilih zoom tool, pilih zoom in pada panel control, klik pada area gambar yg ingin diperbesar

  1. Apa yang dimaksud dengan jendela dokumen?
Jendela yang menempatkan gambar gambar

  1. Jelaskan cara menutup jendela!
File-close. Atau window-close all

  1. Bagaimana cara menggunakan Ruler?
View-rulers. Mengubah setting ruler pilih menu edit-preferences-units and rulers

  1. Bagaimana cara menggunakan Guide dan Grid?
Menampilkan grid dan guide terlebih dahulu

  1. Bagaimana cara menampilkan/menyembunyikan Grid?
View-show-grid atau ctrl+ ‘

  1. Bagaimana cara menggunakan snap?
View- snap atau shift+ctrl+ ;

  1. Bagaimana cara membuat Layer Baru?
Create a new layer di panel layer

  1. Bagaimana cara mengubah nama layer?
Double click di layer lalu ketik nama layer, akhiri dengan enter

  1. Bagaimana cara mengatur urutan layer?
Klik layer- arrange. Ada bring front, forward, send backward, send to back

  1. Jelaskan langkah memilih beberapa Layer!
Klik salah satu nama layer, tekan shift-klik pada layer terakhir

  1. Jelaskan cara membuat link Layer!
Pilih beberapa layer yang ingin diberi link, klik tombol link layers dibagian bawah, untuk melepas link klik link layers

  1. Jelaskan cara menggabung layer!
Pilih beberapa layer yang ingin digabung, klik menu layer-merge layers atau ctrl+e. untuk menggabung satu layer dalam satu dokumen adalah: menu layer - flatten image

  1. Jelaskan langkah memberi warna pada layer!
Aktif pada layer yang ingin diberi warna fill, klik foreground color atau background color untuk menentukan warna

  1. Jelaskan langkah menyeleksi objek dalam layer!
Aktif pada layar objek yg diseleksi, tahan ctrl dan klik pada thumbnail layer

  1. Jelaskan langkah menyembunyikan layer!
Klik tombol indicates layer visibility di sebelah kiri dari thumbnail layer

  1. Jelaskan cara mengunci layer!
Klik tombol lock didalam panel layers

  1. Jelaskan langkah menyalin sebuah layer antar dokumen!
Aktif pada dokumen layer yang akan anda saluin, pilih layer yang akan anda salin, drag layer tersebut kearah dokumen baru yg telah anada siapkan dulu

  1. Jelaskan langkah menyalin layer dalam lembar kerja!
Pilih layer yang akan disalin, klik menu layer- duplicate layer atau tekan ctrl + j

  1. Jelaskan langkah mengatur transparansi layer!
Pilih layer yg akan diubah, atur nilai opacitu pada panel layers dengan menggeser slide opacity

  1. Jelaskan langkah menghapus layer!
Aktif pada layer yg akan dihapus, tekan tombol delate layers

  1. Jelaskan langkah menyeleksi semua area layer!
Pilih layer yg akan diseleksi, pilih menu selecr-all atau crl + a

  1. Jelaskan langkah membuat seleksi kotak!
Klik kanan marquee tool pada panel tools, pilih rectangular marquee tool, drag pada area yg akan diseleksi

  1. Jelaskan langkah membuat seleksi lingkaran!
Klik kanan marquee tool pada panel tools, pilih elliptical marquee, drag pada area yg ingin diseleksi

  1. Jelaskan langkah membuat seleksi Horizontal!
Klik kanan marquee tool pada panel tools, pilih single row marquee tool, klik pada area yg diinginkan

  1. Jelaskan langkah membuat seleki garis vertical!
            Klik kanan marquee tool pada panel tools, pilih singe coloumn marquee tool, klik pada area yg diinginkan

  1. Jelaskan langkah membuat seleksi dengan ukuran tertentu!
Aktifkan marquee tool, pilih pilihan fixed style pada pengaturan style pada panel control, isi nilai width dan height sesuai yg diinginkan

  1. Jelaskan langkah mengatur mode seleksi!
New selection: untuk menambah seleksi baru

Add to selection: untuk menambah seleksi yg sudah ada

Subtract from Selection : mengurangi seleksi yg ada

Intersect with Selection: membuat seleksi dan memotong area seleksi yg sudah ada

  1. Jelaskan langkah menggunakan seleksi Lasso?
Pilih lasso tool, klik di dalam area image untuk menentukan posisi awal dari seleksi yg akan anda bentuk. Drag mouse pada area yang diingkan untuk seleksi dan sambungkan pada titik awal pembuatan seleksi

  1. Jelaskan langkah menggunakan seleksi polygonal Lasso!
Klik kanan lasso tool, pilih polygonal lasso tool, klik di dalam area image untuk menentukan posisi awal dari seleksi yang akan anda bentuk, drag arah mouse ke sembarang tempat seesuaikan dengan bentuk yg diinginkan pada segmen yg diinginkan kemudian klik

  1. Jelaskan langkah menggunakan seleksi magnetic lasso!
Klik kanan lasso tool, pilih magnetic lasso tool, klik pada image untuk menentukan point pengikat pertama, pindahkan pointer atau drag sepanjang sisi gambar yg ingin anda tiru, drag pinter ke awal lalun klik

  1. Jelaskan langkah menggunakan seleksi magic wand!
Klik magic wand tool, pilih mode seleksi tyg berada pada panel control untuk mengatur seleksi, ketik nilai tolerace yg berada pada panel control dalam pixel antara 0-225. Klik warna yg ingin anda pilih.

  1. Jelaskan langkah menggunakan seleksi quick selection!
Klik quick selection tool, atur ukuran kuas seleksi dan parameter lain di panel control, klik pada bidang gambaryg ingin diseleksi dan geser pada bidang gambar.

  1. Jelaskan langkah membalik area seleksi!
Buat sebuah seleksi, pilih menu select-inverse atau ctrl+ shift + i

  1. Jelaskan langkah mengubah ukuran seleksi!
Buat sebuah seleksi, klik menu select- transform selection atau aktifkan shpw transform control di panel control. Arahnkan pointer ke salah satu handle, klik tahan dan drag untuk mengubah bentuk seleksi, akhiri dengan enter

Senin, 03 Agustus 2015

Komposisi Foto Digital

Teknik Pencahayaan dalam Fotografi

Posted on 14. Jul, 2011 by  in ArticlesLearning
Sebelumnya pernah dibahas tentang cahaya buatan (articial lighting). Kali ini akan dibahas beberapa teknik lighting yang umum digunakan. Mengacu pada pemahaman fotografi sendiri yang berarti ‘melukis dengan cahaya’ maka tanpa adanya suatu cahaya tidak akan karya fotografi. Permainan cahaya dan teknik pencahayaan yang benar akan menghasilkan karya foto yang bagus. Ada beberapa istilah dan teknik pencahayaan dalam fotografi.
  1. Hi Key
  2. Low Key
  3. Candle Light
  4. Split
  5. Horror
  6. Butterfly
  7. Rembrandt

High Key Lighting
High Key Lighting
High Key Lighting
Teknik pencahayaan yang menghasilkan warna sangat kontras yang di dominasi oleh warna terang, biasanya warna putih. Kesan yang dihasilkan adalah bersih, putih, suci, lembut. Paling sesuai biasanya untuk fotografi produk, kosmetik, dan jenis foto yang memerlukan penguatan pada produk.






Low Key Lighting
Low Key Lighting
Low Key Lighting
Low Key lighting sebenarnya mirip dengan teknik hi-key, sama-sama menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low key pencayahaan sangat minim, hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Foto ini sangat cocok untuk menampilkan kesan sedih, dalam, eksotis, mistis, dan sebagainya.
Setting lampu biasanya sangat minim. Bisa menggunakan satu jenis lampu atau dua untuk menghasilkan detail dan kedalaman foto.



Candle Light
Candle Light
Candle Light - Photo by: Tuhin







Hasil dari teknik pencahayaan ini mirip dengan Low Key. Bedanya terletak pada sumber cahaya yang digunakan, biasanya dari lilin atau sumber cahaya lain yang mirip lilin. Foto yang dihasilkan memberi kesan dalam, kuat, damai, dan teduh.
Teknik ini kebanyakan digunakan untuk foto-foto religius, produk, dan jenis foto lain yang ingin memberikan kesan damai dan teduh seperti karakter lilin. Karena sumber cahaya terbatas, teknik foto dengan kecepatan rendah.

Split Lighting
Split Lighting - Photo by: Samantha
Split Lighting - Photo by: Samantha
Split lighting teknik pencahayaan dengan menggunakan lighting dari salah satu sisi objek foto. Hasilnya objek terlihat separo dari keseluruhan objek foto. Banyak diimplementasikan pada jenis foto portrait atau objek simetris. Kesan yang ditimbulkan bermacam-macam, tergantung dari keperluan foto dibuat. Bisa misterius, penekanan karakter objek dan sebagainya.





Horror Lighting
Horror Lighting
Horror Lighting - Photo by: Ekillian
Teknik foto horor hampir mirip dengan teknik low light dan split lighting,perbedaannya hanya pada anglepengambilan objek foto dan sudut penempatan lampu serta ekspresi model. Kebanyakan posisi lampu diletakkan di bawah model.






Butterfly Lighting
Butterfly Light
Butterfly Light - Photo by: Oneslidefotography.com
Teknik lighting ini menempatkan lampu utama di atas objek foto. Sehingga dihasilkan foto dengan bayangan di bawah hidung menyerupai atau mirip bentuk kupu-kupu.Lighting jenis ini sangat cocok untuk foto kosmetik yang menonjolkan kecantikan objek foto.






Rembrandt Lighting
Rembrant Light
Rembrandt Light
Teknik ini menggunakan satu atau dua lampu dan ditambah reflektor. Jenis pencahayaan ini banyak digemari karena menghasilkan foto yang lebih berdimensi bahkan dengan peralatan lampu yang terbatas. Bentuk pencahayaan Rembrandt menghasilkan bentuk segitiga agak kontras disamping hidung atau di bawah mata.
Sedangkan Rembrandt sendiri diambil dari nama  pelukis yang sering melukis dengan menggunakan teknik pencahayaan seperti ini. Foto yang dihasilkan dengan teknik pencahayaan ini memberi kesan yang lebih berkarakter pada objek foto.



Berikut ini beberapa contoh peletakkan posisi lampu dan foto yang dihasilkan.
Posisi Lampu dan hasil fotonya
Posisi Lampu dan hasil fotonya - Klik pada foto untuk melihat lebih besar.





Minggu, 02 Agustus 2015

Pengertian Multimedia Interaktif

PENGERTIAN MULTIMEDIA INTERAKTIF

Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu.  Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi (Rachmat dan Alphone, 2005/2006).
Beberapa definisi multimedia menurut beberapa ahli diantaranya:

  1. Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002)
  2. Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin dan Linda, 2001)
  3. Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter (2001) adalah: pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
  4. Multimedia sebagai  perpaduan antara teks, grafik,  sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik (Wahono, 2007)
  5. Multimedia merupakan kombinasi dari data text, audio, gambar, animasi, video, dan interaksi (Zeembry, 2008)
  6. Multimedia (sebagai kata sifat) adalah media elektronik untuk menyimpan dan menampilkan data-data multimedia (Zeembry, 2008)
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dll. yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik.
Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak diantaranya untuk: media pembelajaran, game, film, medis, militer, bisnis, desain, arsitektur, olahraga, hobi, iklan/promosi, dll. (Wahono, 2007). Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut, maka hal ini disebut multimedia interaktif.
Thorn (2006) mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif, yaitu : (1) Kriteria pertama adalah kemudahan navigasi, (2) Kriteria kedua adalah kandungan kognisi. (3) Kriteria ketiga adalah presentasi informasi, (4) Kriteria keempat adalah integrasi media, (5) Kriteria kelima adalah artistik dan estetika dan (6) Kriteria penilaian yang terakhir adalah fungsi secara keseluruhan.
Multimedia interaktif menggabungkan dan mensinergikan semua media yang terdiri dari: a) teks; b) grafik; c) audio; dan d) interaktivitas (Green & Brown, 2002: 2-6).
a. Teks
Teks adalah simbol berupa medium visual yang digunakan untuk menjelaskan bahasa lisan. Teks memiliki berbagai macam jenis bentuk atau tipe (sebagai contoh: Time New Roman, Arial, Comic San MS), ukuran dan wana. Satuan dari ukuran suatu teks terdiri dari length dan size. Length biasanya menyatakan banyaknya teks dalam sebuah kata atau halaman. Size menyatakan ukuran besar atau kecil suatu huruf. Standar teks memiliki size 10 atau 12 poin. Semakin besar size suatu huruf maka semakin tampak besar ukuran huruf tersebut.
b. Grafik
Grafik adalah suatu medium berbasis visual. Seluruh gambar dua dimensi adalah grafik. Apabila gambar di render dalam bentuk tiga dimensi (3D), maka tetap disajikan melalui medium dua dimensi. Hal ini termasuk gambar yang disajikan lewat kertas, televisi ataupun layar monitor. Grafik bisa saja menyajikan kenyataan (reality) atau hanya berbentuk iconic. Contoh grafik yang menyajikan kenyataan adalah foto dan contoh grafik yang berbentuk iconic adalah kartun seperti gambar yang biasa dipasang dipintu toilet untuk membedakan toilet laki-laki dan perempuan.
Grafik terdiri dari gambar diam dan gambar bergerak. Contoh dari gambar diam yaitu foto, gambar digital, lukisan, dan poster. Gambar diam biasa diukur berdasarkan size (sering disebut juga canvas size) dan resolusi. Contoh dari gambar bergerak adalah animasi, video dan film. Selain bisa diukur dengan menggunakan size dan resolusi, gambar bergerak juga memiliki durasi.
c. Audio
Audio atau medium berbasis suara adalah segala sesuatu yang bisa didengar dengan menggunakan indera pendengaran.  Contoh: narasi, lagu, sound effect, back sound.
d. Interaktivitas
Interaktivitas bukanlah medium, interaktivitas adalah rancangan dibalik suatu program multimedia. Interaktivitas mengijinkan seseorang untuk mengakses berbagai macam bentuk  media atau jalur didalam suatu program multimedia sehingga program tersebut dapat lebih berarti dan lebih memberikan kepuasan bagi pengguna. Interaktivitas dapat disebut juga sebagai interface design atau human factor design.
Interaktivitas dapat dibagi menjadi dua macam struktur, yakni struktur linear dan struktur non linear. Struktur linear menyediakan  satu pilihan situasi saja kepada pengguna sedangkan struktur nonlinear terdiri dari berbagai macam pilihan kepada pengguna.

Green & Brown (2002: 3) menjelaskan, terdapat beberapa metode yang digunakan dalam menyajikan multimedia, yaitu:
a.       Berbasis kertas (Paper-based), contoh: buku, majalah, brosur.
b.      Berbasis cahaya (Light-based), contoh: slide shows, transparasi.
c.       Berbasis suara (Audio-based), contoh: CD Playerstape recorder, radio.
d.      Berbasis gambar bergerak (Moving-image-based), contoh: televisi, VCR (Video cassette recorder), film.
e.       Berbasiskan digital (Digitally-based), contoh: komputer.

Jumat, 01 Mei 2015

Biografi Jokowi (tugas Bhs Inggris)

Joko Widodo, byname Jokowi   (born June 21, 1961, Surakarta, Central Java, Indonesia), Indonesian businessman, politician, and government official, who served as governor of Jakarta (2012–14) and as president of Indonesia (2014– ). Joko Widodo, commonly called Jokowi, who attracted international attention with his populist style of campaigning and his anticorruption platform, became the first Indonesian president who did not have a military background or belong to one of the country’s prominent political families. His success at the polls was viewed by many analysts as marking the beginning of a new, more democratic era of Indonesian politics.






Jokowi was born and raised in Surakarta, a city in the centre of Java northeast of Yogyakarta. His father was a wood seller who plied his trade in the city’s streets, and throughout much of Jokowi’s childhood he and his family lived in illegally built shacks near the city’s flood-prone Solo River. Later, when he entered politics, his populist appeal was rooted in part to those humble beginnings.
Jokowi applied himself at school and won admittance to Gadjah Mada University in Yogyakarta, from which he graduated (1985) with a degree in forestry engineering. For several years he worked for a state-owned pulp mill in the Aceh region of northern Sumatra, and he later established his own furniture factory in Surakarta. By 2002 he had become a highly successful furniture exporter, with showrooms on several continents, as well as chairman of a local branch of the country’s influential furniture manufacturers’ association.
In 2005 Jokowi, as a member of the Indonesian Democratic Party of Struggle (Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan; PDI-P), won election as mayor of Surakarta—the first person to be directly elected to that post. He was extraordinarily effective in reducing crime and attracting foreign tourists to the city. His habit of making spontaneous visits to poor neighbourhoods and his refusal to accept a salary for his public service contributed to his reputation for humility and honesty. In 2010 Jokowi was reelected mayor with more than 90 percent of the vote. He was later ranked as the third best mayor in the world by the international City Mayors Foundation. During his gubernatorial run in Jakarta in 2012, Jokowi began to be widely compared in the media to U.S. President Barack Obama, in part because there was a physical resemblance but also because Jokowi largely fit the Obama mold as a charismatic nontraditional politician. Jokowi ousted the incumbent, Fauzi Bowo, in the second round of that election, and, as governor of Jakarta, he launched programs aimed at improving Jakartans’ access to health care and education.
In 2014 the PDI-P selected Jokowi to be its candidate for the Indonesian presidential election, which was held on July 9. He was swept to victory with more than 53 percent of the popular vote, defeating former general Prabowo Subianto. Though Subianto alleged that there had been widespread vote rigging and formally challenged the election result, the country’s Constitutional Court unanimously rejected his claim in August, clearing the way for Jokowi to take office on October 20. As Jokowi entered the presidency, he identified clamping-down on corruption as among his top priorities and as a necessary step to attract more foreign direct investment to the country. He also pushed a nine-point plan for Indonesia that emphasized helping the poor by improving public services, implementing land reforms, and developing more-affordable housing, among other measures.

Analytical Exposition

Analytical Exposition adalah jenis teks yang termasuk ke dalam jenis Argumentation Text dimana teks tersebut berisi tentang pemikiran terperinci penulis tentang sebuah penomena yang ada di sekitar. Fungsi sosial dari teks Analytical Exposition adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa topik yang dihadirkan adalah topik yang penting untuk dibahas atau mendapat perhatian dengan cara pemberian argument-argument atau pendapat-pendapat yang mendukung main idea atau topik tersebut.
General structure :
  • Thesis, mengenalkan topik dan ide pokok yang akan dibahas serta menguraikan argumen utama yang akan disajikan.
  •  Arguments, menyatakan kembali argumen utama yang pada Thesis, serta mengembangkan dan mendukung argumen utama dengan memberikan argumen-argumen lain. Biasanya ditulis dalam bentuk poin-poin.
  • Reiteration (conclusion), penutup dari teks yang berisi pengulangan ide pokok atau kesimpulan dari teks.

Features of analytical exposition (Kebahasaan) :
  •  Menggunakan relational process, seperti don’t interfere, dsb.
  • Menggunakan internal dan causal conjugation, seperti therefore, dsb.
  • Menggunakan actions dan thinking verbs, seperti I believe, dsb.
  • Menggunakan connectives, seperti firstly, secondly, dsb.
  • Menggunakan passive voice dan simple present tense.

Contoh Analytical Exposition Text :

Hand-held Computer Games

My name is Thomas Park. I attend Seaview High School. I am firmly of the opinion that hand-held computer games should not be banned from schools.

Firstly, if they were banned, just imagine how many unhappy and lonely teenagers there would be. You can play with hand-held computer games at recess with your friends. Moreover, they can help you make new friends. So, the games encourage students to mix with one another.

Secondly, hand-held computer games don’t interfere with our schoolwork. Yes, occasionally students would get caught playing with them in class. However, if there are proper rules and punishments, this can be kept under control.

Lastly, these games develop our hand-eye coordination. They are quite and so are not distracting! Therefore, I can’t see why teachers would object to this!


My argument is conclusive: hand-held computers at school are harmless. Moreover, they are fun, help you make friends, can be controlled, and are good. Therefore, don’t ban hand-held computer games!

By :
Free Blog Templates

Master Ball